Jenazah Handi-Salsa Sempat Dikubur Usai Ditemukan di Sungai



Jakarta, CNN Indonesia

Jenazah sejoli korban kecelakaan di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Handi dan Salsabila, disebut sempat dimakamkan usai ditemukan di dua tempat berbeda.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana dengan terdakwa Kolonel Infanteri Priyanto, di Pengadilan Militer II Jakarta, Kamis (24/3).

Salah satu saksi, Tirwan Suwanto mengaku menemukan jenazah Handi di pinggir Sungai Serayu, Banyumas, pada Sabtu 11 Desember 2021 lalu.

“Sudah meninggal. (Ditemukan) di pinggir sungai,” kata Tirwan.

Setelahnya, ia mengaku langsung menghubungi RT dan RW setempat. Jenazah Handi langsung dibawa ke rumah sakit setempat.

Hakim Ketua lalu bertanya soal tindak lanjut penemuan jenazah itu. Tirwan mengatakan jenazah Handi sempat dikuburkan di daerah tersebut 3 hari setelah ditemukan.

“Kalau yang laki-laki tiga hari kemudian (dikuburkan)?,” tanya hakim.

“Iya. Diperiksa dulu, dibawa ke rumah sakit,” ujar Tirwan.

Saksi lainnya, Syarif Hidayatullah mengaku menemukan jenazah Salsabila di aliran Sungai Serayu, Cilacap di hari yang sama penemuan jenazah Handi. Saat ditemukan jenazah Salsabila tidak berpakaian lengkap.

“Pakai baju biru dongker dan celana dalam,” kata Syarif.

Jenazah Salsabila langsung dimakamkan pada hari yang sama usai ditemukan.

Salah seorang saksi lainnya, Sutarmin mengatakan langkah itu diambil setelah pihak desa tidak mengetahui pihak keluarga dari jenazah yang ditemukan.

“Karena waktu mulai malam dan disertai hujan juga lalu dari pihak desa memutuskan untuk segera memakamkan dengan selayaknya,” kata Sutarmin.

Belakangan, usai kasus ini mulai terkuak, jenazah keduanya dipindahkan dari lokasi awal dimakamkan.

Dalam perkara ini, Kolonel Infanteri Priyanto didakwa dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, Pasal 333 KUHP, dan Pasal 181 KUHP.

Keterangan sejumlah saksi dalam persidangan sebelumnya mengungkapkan Priyanto sebagai pelaku dominan dalam kasus itu.

Sopir Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko mengungkapkan atasannya menolak membawa Handi dan Salsabila ke Puskesmas usai terlibat kecelakaan.

Andreas mengungkapkan, ketika mobil sudah berjalan sekitar satu kilometer dari lokasi kecelakaan, Andreas mengaku mengantuk. Kolonel Priyanto kemudian mengambil alih kemudi darinya.

Di bawah kendali Kolonel Priyanto mobil itu terus melaju dan tidak berhenti di Puskesmas. Andreas memohon atasannya agar berputar balik ke Puskesmas namun ditolak Kolonel Priyanto.

Mobil Kolonel Priyanto berhenti di sebuah jembatan sekitar pukul 22.00 WIB. Dengan penerangan lampu kecil, mereka membuang Handi dan Salsabila. Andreas pun mengaku mendengar debur suara air sesaat setelah tubuh sejoli itu dilempar dari jembatan.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.